RSAD TK II PelamoniaRSAD TK II PelamoniaRSAD TK II Pelamonia
Jl. Jenderal Soedirman No. 27 Makassar
RSAD TK II PelamoniaRSAD TK II PelamoniaRSAD TK II Pelamonia

ESWL

ESWL

Deskripsi

Penyakit batu saluran kemih (BSK) banyak dikeluhkan oleh masyarakat di Indonesia, dan merupakan kasus tersering di antara seluruh kasus di bidang Urologi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan yaitu 3:1 dengan puncak kejadian terjadi pada usia 40-50 tahun. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Depok tahun 2018, populasi Kota Depok sekitar 2,33 juta jiwa dengan 15.65 % di atas usia 50 tahun atau sekitar 364.000 jiwa, yang berarti diprediksi ada sekitar 29.120 kasus BSK tiap tahunnya.

Terapi BSK beragam, mulai dari terapi agar batu dapat keluar secara spontan sampai tindakan pembedahan. Mulai dari tahun 1980-an, pilihan pengobatan untuk BSK termasuk lithotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal/extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL), ureteroskopi (URS), dan percutaneous nephrolithotomy (PCNL). Dengan kemajuan teknologi, operasi minimal invasif untuk penyakit batu telah disempurnakan dan menghasilkan sedikit morbiditas serta peningkatan keberhasilan hingga bebas batu (stone free rate). Terapi ESWL adalah terapi batu yang benar-benar non-invasif dan direkomendasikan untuk pasien dengan anatomi normal yang memiliki batu ginjal kurang dari 2 cm2 dan batu yang relatif lunak. Sedangkan URS merupakan suatu tindakan memasukkan teropong ke dalam ureter dan ginjal untuk menghancurkan batu. Tindakan ini minimal invasif karena tidak ada sayatan dan jahitan. Pada PCNL, teropong dimasukkan melalui luka yang kecil (1,5 – 2 cm) pada pinggang untuk menghancurkan dan mengeluarkan batu. Tindakan ini direkomendasikan untuk pasien dengan batu cetak dan batu ginjal lebih besar dari 2 cm.

Terapi yang dipilih tentunya disesuaikan dengan beberapa faktor seperti kondisi pasien, faktor batu dan peralatan yang tersedia. Keadaan pasien dapat berbeda dari waktu ke waktu. Beberapa hal yang dapat dinilai seperti keadaan umum, status gizi, adanya obesitas, dan komorbiditas lainnya. Faktor batu memiliki peran penting terhadap pemilihan terapi, seperti ukuran, lokasi, jumlah, dan densitas (kekerasan batu). Faktor terakhir tentunya adalah kesediaan alat atau teknologi yang tersedia pada fasilitas kesehatan. Jadi misalnya pasien laki-laki obesitas dengan batu ginjal kurang dari 2 cm datang ke RS TK.II PELAMONIA, dapat dilakukan URS dengan laser, sementara bila ukuran batu di atas 2 cm, maka dapat dilakukan PCNL. Jika ada keterbatasan alat atau kemampuan operator maka operi batu saluran kemih dapat dilakukan secara terbuka/dengan sayatan yang besar

Jangan ragu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gangguan berkemih, atau telah mendapatkan diagnosis BSK. Sebelumnya, juga dapat buat janji temu dengan dokter melalui website atau nomor telepon RSUI, sehingga tidak perlu menunggu lama saat sesampainya di rumah sakit.

X