Fungsi Otak Dipengaruhi Olahraga dan Diet, Benarkah?

 Olahraga dan pola makan tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan dan kinerja fisik tetapi juga kognitif. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh oleh University of Illinois di Urbana-Champaign, menunjukkan bahwa rutinitas olahraga yang intens dapat meningkatkan kemampuan kognitif, seperti pemrosesan informasi yang lebih efisien dan peningkatan memori episodik (memori pengalaman masa lalu dan peristiwa yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu).

Intervensi latihan meningkatkan delapan ukuran kognisi yang berbeda, seperti kecerdasan dan kemampuan untuk memecahkan masalah baru. Peningkatan fungsi otak juga terjadi lebih signifikan ketika seseorang menggabungkan latihan aerobik, kekuatan, dan fleksibilitas ketimbang hanya aerobik. Informasi selengkapnya bisa dibaca di sini!

Tak Hanya Olahraga Diet juga Tingkatkan Fungsi Otak

Mengonsumsi makanan bernutrisi dengan kandungan asam lemak omega-3, asam folat, vitamin B12 yang terdapat pada sayuran berdaun hijau, wortel, susu, telur, biji bunga matahari, dan kedelai dapat menjaga massa otot dan meningkatkan kinerja olahraga.

Tidak hanya itu saja, konsumsi elemen nutrisi yang disebutkan tadi juga dapat meningkatkan pembuluh darah yang sehat. Caranya adalah dengan mengurangi kadar kolesterol total dan LDL (tidak sehat) dalam aliran darah, mengatur pembekuan darah dan peradangan jaringan, serta mengendalikan cairan, elektrolit, dan zat lain yang bergerak melalui darah. 

Dengan ini, risiko penyakit jantung, lemak darah yang tidak normal, tekanan darah tinggi, dan komplikasi vaskular dapat berkurang. Pada saat yang sama, terjadi penurunan lesi materi putih di otak dan perbaikan struktur otak materi putih. Kondisi ini meningkatkan fungsi eksekutif, memori kerja, dan ukuran lain dari fungsi otak dan kinerja kognitif.

Melansir dari Harvard Health Publishing, jika otak kekurangan nutrisi berkualitas baik atau jika radikal bebas atau sel-sel inflamasi yang merusak beredar di dalam ruang tertutup otak, ini akan berkontribusi pada cedera jaringan otak. Ada banyak konsekuensi dan korelasi dari apa yang dikonsumsi. Tidak hanya pada fisik tetapi juga pada perilaku, mood,dan jenis bakteri yang hidup di usus. Serotonin adalah neurotransmitter yang membantu mengatur tidur dan nafsu makan, menengahi suasana hati, dan menghambat rasa sakit. 

Sekitar 95 persen serotonin diproduksi di saluran pencernaan, dan saluran pencernaanmu dilapisi dengan seratus juta sel saraf, atau neuron. Sistem pencernaan tidak hanya membantu mencerna makanan, tetapi juga membimbing emosi.

Olahraga Antidepresi yang Efisien

Fungsi neuron dan produksi neurotransmitter seperti serotonin sangat dipengaruhi oleh bakteri baik yang menyusun mikrobioma usus. Bakteri ini berperan penting dalam kesehatan, karena bisa melindungi lapisan usus, menghalangi peradangan, meningkatkan penyerapan nutrisi makanan, dan mengaktifkan jalur saraf yang berjalan langsung antara usus dan otak.

Olahraga memengaruhi otak dalam banyak hal. Misalnya meningkatkan detak jantung, yang memompa lebih banyak oksigen ke otak dan membantu pelepasan hormon yang menyediakan lingkungan baik untuk pertumbuhan sel-sel otak. 

Olahraga juga meningkatkan plastisitas otak dengan merangsang pertumbuhan koneksi baru antar sel di banyak area kortikal penting di otak. Olahraga dapat meningkatkan faktor pertumbuhan di otak yang memudahkan otak untuk menumbuhkan koneksi saraf baru.

Dari perspektif perasaan yang lebih baik, efek serupa antidepresan berkorelasi dengan penurunan hormon stres. Contohnya saja efek antidepresan dari berlari juga dikaitkan dengan lebih banyak pertumbuhan sel di hipokampus, area otak yang bertanggung jawab untuk belajar dan mengingat. Penekanan proliferasi sel di hipokampus dapat menjadi salah satu mekanisme yang mendasari depresi, dan aktivitas fisik menjadi antidepresan yang efisien.

Bagikan

0Shares
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X