Harus Tahu 4 Penyebab Stroke yang Terjadi di Usia Muda

erjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi. Sel-sel otak bisa mati dalam beberapa menit. Stroke adalah keadaan darurat medis yang memerlukan perawatan segera dan tepat. 

Bagi kebanyakan orang di usia muda, tampaknya mustahil untuk mengalami stroke. Kenyataannya, tidak ada yang namanya terlalu muda untuk terkena stroke. Meskipun risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia, tapi stroke pada usia muda sangat mungkin terjadi. Apa yang menjadi penyebab stroke terjadi di usia muda?

Penyebab Stroke Terjadi Di Usia Muda

Diperkirakan 10 persen stroke terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun. Penggunaan obat-obatan terlarang dan kondisi genetik bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke di usia lebih muda. 

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stroke di usia muda, biasanya berbeda dari apa yang terjadi pada orang tua. Beberapa penyebab stroke yang terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun, yaitu:

  1. Patent Foramen Ovale

Sekitar 1 dari 4 orang memiliki lubang kecil di dua atrium jantung, yang hadir saat lahir tapi biasanya tidak diskrining, sehingga kebanyakan orang tidak tahu bahwa ia memilikinya. Patent foramen ovale ditandai dengan foramen ovale yang tidak menutup setelah bayi lahir. 

Foramen ovale adalah lubang penghubung bilik jantung (atrium) kanan dan kiri, berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh bayi selama dalam kandungan karena paru-paru belum berfungsi. Normalnya, foramen ovale tertutup otomatis setelah bayi dilahirkan karena fungsinya digantikan oleh paru-paru. Jika foramen ovale tidak menutup maka akan menimbulkan penurunan aliran oksigen ke otak dan bercampurnya darah yang kaya oksigen dengan darah yang minim oksigen.

2. Diseksi Arteri

Hingga 25 persen stroke pada orang di bawah usia 45 tahun disebabkan oleh pembedahan pembuluh darah di leher. Kondisi ini bisa terjadi karena sejumlah alasan, termasuk trauma akibat olahraga, meskipun sebagian besar pembedahan terjadi secara spontan tanpa trauma. 

Pembuluh darah terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan dalam sel yang tipis, lapisan otot, dan lapisan berserat. Lapisan permukaan yang tipis bisa robek, lalu darah bisa masuk ke dinding pembuluh itu. Hal ini menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah dan bisa menyebabkan stroke. Gejala diseksi arteri meliputi:

  • Sakit kepala
  • Sakit leher dan wajah, terutama nyeri di sekitar mata
  • Penglihatan ganda atau kelopak mata terkulai
  • Penurunan indera perasa secara tiba-tiba

3. Gangguan Pembekuan Darah

Beberapa kondisi, termasuk penyakit sel sabit menyebabkan darah membentuk gumpalan yang bisa berubah menjadi gumpalan dan menyebabkan stroke pada orang berusia muda. Pada kasus ini, stroke mungkin merupakan indikasi pertamba seseorang mengalami pembekuan darah. 

4. Penyalahgunaan Zat

Secara khusus, penggunaan kokain dapat menyempitkan pembuluh darah sambil meningkatkan penggumpalan sel darah yang menyebabkan pembekuan. Kondisi inilah yang menyebabkan penyalahgunaan zat berkontribusi terhadap stroke di usia muda. Menghindari penggunaan narkoba dan konsumsi alkohol dalam jumlah banyak akan mengurangi risiko seseorang terkena stroke pada usia berapapun. 

Baca juga: 7 Penyebab Stroke Menyerang Usia Muda

Mencegah stroke adalah langkah penting yang bisa dilakukan sejak dini. Beraktivitas fisik, menjalankan pola hidup sehat, bisa dilakukan supaya kamu tidak mengalami stroke di usia muda.

Jika kamu memiliki kondisi genetik, maka sebaiknya bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc tentang cara pencegahan. Kamu juga bisa beli obat resep dokter melalui aplikasi Halodoc

Modifikasi pola makan penting untuk diperhatikan, salah satunya membatasi asupan garam. Jika kamu cenderung mengalami tekanan darah tinggi dan mengonsumsi banyak kandungan garam, maka kamu akan kesulitan dalam mengontrol tekanan darah tinggi, yang menjadi penyebab utama stroke

Mengurangi atau berhenti merokok sama sekali juga bisa menurunkan risiko stroke di usia muda. Perlu diketahui, terdapat korelasi kuat antara jumlah rokok yang diisap pria di bawah usia 50 tahun dan risiko stroke iskemik. 

Bagikan

0Shares
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X