RUMAH SAKIT TK.II 14.05.01 PELAMONIARUMAH SAKIT TK.II 14.05.01 PELAMONIARUMAH SAKIT TK.II 14.05.01 PELAMONIA
Jl. Jenderal Soedirman No. 27 Makassar
RUMAH SAKIT TK.II 14.05.01 PELAMONIARUMAH SAKIT TK.II 14.05.01 PELAMONIARUMAH SAKIT TK.II 14.05.01 PELAMONIA

Kenali Apa Itu Andropause dan Gejalanya

Jika wanita mengalami menopause, pria mengalaminya dengan istilah andropause. Menopause maupun andropause menandakan fungsi sistem reproduksi menurun. Namun, pria tidak mengalami penurunan hormon yang dramatis seperti wanita saat mengalami menopause. Simak artikel ini selengkapnya untuk mengetahui tentang andropause lebih lanjut.

Apa itu andropause?

Mengutip Mayo Clinic, andropause adalah istilah untuk menggambarkan menopause pria, di mana terjadi penurunan kadar testosteron yang berhubungan dengan penuaan. Namun, perubahan hormon terkait penuaan pada wanita dan pria berbeda. Pada wanita, ovulasi berakhir dan produksi hormon menurun dalam waktu yang relatif singkat.

Ini dikenal sebagai menopause. Pada pria, produksi testosteron dan hormon lainnya menurun selama bertahun-tahun dan konsekuensinya belum jelas.

Testosteron adalah hormon yang diproduksi di testis. Ini lebih dari sekedar memicu gairah seks, tetapi menyebabkan perubahan selama masa pubertas, mengisi energi mental dan fisik pria, menjaga massa otot, serta mengatur respons fight or flight. Penurunan kadar testosteron secara bertahap ini disebut late-onset hypogonadism atau testosteron rendah terkait usia.

 

Kadar testosteron pria menurun rata-rata sekitar 1 persen per tahun setelah usia 40 tahun. Namun, sebagian besar pria lanjut usia masih memiliki kadar testosteron dalam kisaran normal. Diperkirakan hanya 10 persen hingga 25 persen yang memiliki kadar testosteron yang dianggap rendah.

Apa saja gejala andropause?

Gejala andropause dapat menyebabkan masalah pada kemampuan fisik, seksual, dan psikologis, seperti yang dikutip dari Healthline. Gejala menopause pada pria ini biasanya memburuk seiring bertambahnya usia.

Itu dapat mencakup berikut:

  • Energi menurun
  • Motivasi menurun
  • Rasa percaya diri menurun
  • Sulit berkonsentrasi
  • Insomnia atau kesulitan tidur
  • Peningkatan lemak tubuh
  • Berkurangnya massa otot
  • Ginekomastia (pembesaran pada jaringan payudara pada pria)
  • Penurunan kepadatan tulang
  • Disfungsi ereksi
  • Berkurangnya libido
  • Infertilitas

Para pria juga bisa mengalami payudara bengkak atau nyeri, ukuran testis mengecil, rambut rontok, atau hot flashes. Rendahnya kadar testosteron yang berhubungan dengan menopause pada pria juga dikaitkan dengan osteoporosis. Namun, ini gejala yang jarang terjadi.

Para ahli merekomendasikan melakukan tes testosteron rendah pada pria lanjut usia, jika ia memiliki gejala seperti di atas.

Dokter bisa mempertimbangkan untuk melakukan pengobatan testosteron pada pria dengan disfungsi seksual yang ingin meningkatkan fungsi seksualnya.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
×
Skip to content