Sakit Tenggorokan pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Halodoc, Jakarta – Sakit tenggorokan adalah kondisi kesehatan yang umum terjadi, terutama di musim pancaroba seperti sekarang ini. Meski sakit tenggorokan biasanya bukan merupakan kondisi yang serius, namun hal itu bisa jadi mengkhawatirkan bila terjadi pada bayi.

Bila bayi ibu tiba-tiba menjadi lebih rewel dari biasanya dan terlihat tidak nyaman saat menyusu dan menelan, bisa jadi ia mengalami sakit tenggorokan. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab sakit tenggorokan pada bayi? 

Penyebab Sakit Tenggorokan pada Bayi

Ada beberapa penyebab umum sakit tenggorokan pada bayi, antara lain:

  • Flu Biasa

Sakit tenggorokan pada bayi seringkali disebabkan oleh infeksi virus seperti common cold atau selesma. Gejala utamanya adalah hidung tersumbat atau hidung meler. Sakit tenggorokan bisa menjadi gejala tambahan saat Si Kecil mengalami pilek.

Rata-rata bayi mengalami sekitar tujuh kali pilek di tahun pertama kehidupannya saat sistem kekebalannya masih berkembang dan menjadi matang.

  • Tonsillitis

Bayi bisa mengalami tonsilitis atau radang amandel. Tonsilitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Bila Si Kecil mengalami tonsilitis, ia mungkin tidak mau menyusu. Si Kecil mungkin juga bisa mengalami gejala-gejala berikut:

  • Terlihat sulit menelan.
  • Ngiler lebih banyak dari biasanya.
  • Demam.
  • Menangis dengan suara yang terdengar serak.

Dokter anak bisa meresepkan asetaminofen untuk bayi atau ibuprofen, bila perlu. Bila bayi sudah bisa mengonsumsi makanan padat, ia perlu diberikan makanan lembut saat sedang mengalami tonsilitis.

  • Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut

Penyakit tangan, kaki dan mulut adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai virus dan umum terjadi pada bayi di bawah lima tahun. Gejalanya bisa berupa demam, sakit tenggorokan, dan nyeri pada mulut. Si Kecil mungkin juga mengalami sariawan di mulutnya, sehingga membuatnya sulit menelan. Ibu mungkin juga bisa melihat ruam benjolan merah, dan lepuhan di tangan, kaki, mulut, atau bokong bayi.

Bila Si Kecil mengalami penyakit tangan, kaki dan mulut, dokter mungkin akan menganjurkan ibu untuk memberikan lebih banyak cairan pada bayi dan membiarkannya lebih banyak beristirahat, serta meresepkan asetaminofen atau ibuprofen, bila perlu.

  • Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan adalah jenis radang amandel yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meskipun jarang terjadi pada bayi di bawah usia tiga tahun, penyakit ini bisa saja menjadi penyebab sakit tenggorokan pada Si Kecil.

Gejala radang tenggorokan pada bayi meliputi demam dan amandel yang sangat merah. Ibu mungkin juga bisa merasakan pembengkakan kelenjar getah bening di lehernya.

Bila ibu mencurigai Si Kecil mengalami radang tenggorokan, sebaiknya kunjungi dokter anak. Dokter bisa melakukan kultur tenggorokan untuk mendiagnosisnya. Dokter juga bisa meresepkan antibiotik bila diperlukan.

Kapan Harus Membawa Bayi Ke Dokter?

Bila bayi ibu berusia di bawah 3 bulan, sebaiknya hubungi dokter anak bila terlihat tanda-tanda awal sakit tenggorokan, seperti Si Kecil tidak mau menyusu atau tetap rewel setelah menyusu. Bayi baru lahir dan di bawah 3 bulan belum memiliki sistem kekebalan yang sempurna, sehingga diperlukan bantuan dokter untuk mengobati atau memantaunya.

Bila bayi ibu berusia di atas 3 bulan, hubungi dokter anak bila mereka mengalami gejala lain selain sakit tenggorokan, seperti.

  • Demam hingga lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Batuk terus menerus.
  • Menangis tidak seperti biasanya atau mengkhawatirkan.
  • Tidak mengompol seperti biasa.
  • Terlihat seperti mengalami sakit telinga.
  • Memiliki ruam di tangan, mulut, dada atau bokong.

Dokter anak bisa menentukan apakah ibu perlu membawa bayi untuk diperiksa, atau bisa diobati dengan perawatan rumahan dan istirahat. Ibu dianjurkan untuk selalu mencari bantuan medis darurat bila bayi mengalami kesulitan menelan atau bernapas.

sumber : halodoc

Bagikan

0Shares
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X